Di tengah semesta yang maha luas ini, organisme berwujud manusia hanyalah bagian kecil yang menumpang hidup. Seperti kutu rambut yang tenggelam di rimbunnya hutan belantara, atau bahkan lebih kecil –bisa jadi, kutunya kutu rambut. Namun manusia yang kecil mungil itu, sepecundang-pecundangnya ia, tetap juga seorang pemenang.
Mungkin ini hanyalah cerita basi, betapa banyak referensi yang mengupas tentang keajaiban manusia, namun tetap saya tak terhenti merasa takjub. Manusia memang ditakdirkan menjadi pemenang, meski sering merasa sial dalam berbagai hal.
Saya ragu dengan kepercayaan, manusia adalah makhluk yang lemah dan susah untuk berkembang. Bahkan benda loakan pun, apabila dirakit sedemikian rupa bisa mendatangkan kegunaan yang menyamai barang-barang anyar. Apalagi manusia? Yang setiap sel-sel tubuhnya terus menerus diperbaharui.




Komentar Terakhir