Saya ragu dengan kepercayaan, manusia adalah makhluk yang lemah dan susah untuk berkembang. Bahkan benda loakan pun, apabila dirakit sedemikian rupa bisa mendatangkan kegunaan yang menyamai barang-barang anyar. Apalagi manusia? Yang setiap sel-sel tubuhnya terus menerus diperbaharui.
Ya. Itulah manusia yang sebenarnya, seperti komputer yang sangat canggih–istilah pakar-pakar humanis, melampaui komputer-komputer yang pernah ada. Komputer yang memiliki nurani yang bisa diinstal berbagai macam aplikasi kemampuan, selama otak mau mencerna dan hati mengijinkannya.
Konon, ada sebuah penelitian yang berhasil membuktikan kalau empat variasi nukleotida (A, T, C, G) dalam sepotong DNA mampu mengolah sekitar 70 miliar operasi matematika, bahkan, terhitung 100.000 kali lebih cepat dari komputer konvensional yang pernah ada. DNA manusia ini kemudian tercatat sebagai “The smallest Biological Computing Device” atau komputer biologis terkecil didunia.
Kenyataan ini membuat saya merenung, satu untai DNA bisa begitu canggihnya? Berarti, mematahkan kepercayaan kalau manusia bisa ketinggalan zaman. Tidak ada istilah “kolot”, tidak ada istilah “bodoh” apalagi “pecundang”, selama sel-sel cerdas itu masih bersemayam dalam tubuh.
Disertai berbagai keistimewaan lain yang diberikan. Otak yang memiliki lebih dari 1 trilyun sirkuit impuls yang berbeda, jantung yang bisa memompa ribuan gallon darah, mata yang dapat membedakan 8000 jenis warna, telinga yang dapat membedakan lebih dari 300.000 nada suara, dan kekuatan otot yang jika dikombinasikan, dapat mencapai 2,5 ton beratnya.
Saya kurang tahu, beberapa dari kita mungkin saja terhanyut masalah hidup, bisnis yang gagal, ketidakberuntungan saat bekerja, tidak lulus sekolah atau kuliah, hingga masalah pribadi seperti dilecehkan orang atau ditolak cinta. Merasa terkadang seperti pecundang?
Tapi itulah hidup, dan inilah kenyataannya. Segagal-gagalnya mereka tetap berbentuk manusia, dengan dianugerahi segala macam aksesoris luar biasa. Sesuatu yang tidak diberikan tuhan secara cuma-cuma, bahkan melalui harus melewati suatu tes yang sangat ketat.
Dari kira-kira 400 juta sperma, yang hanya bisa bertahan selama 48 jam dan berenang menuju mulut vagina, hanya satu yang terpilih. Alam telah mendesain, yang tercepat dan yang tersehatlah yang layak untuk hidup. Hanya satu sperma yang layak membuahi ovum.
Dia yang terpilih untuk dimahkotai otak, dipasangi hati, dibentuk otot-otot dan segala komponennya agar bisa bergerak. Di install dengan perasaan, kepintaran dan naluri. Ya, itulah sang pemenang. Pemenang yang kemudian menjadi manusia, yang berarti juga, semua dari kita (manusia) yang hidup adalah pemenang.





Human is indeed superior to other species on this planet. Human does not possess sharp teeth like tigers do nor have enormous power like elephants do, Human does not possess great velocity when he is running…. but human is gifted with the most powerful weapon: his brain!
Yes this thing called human’s brain is the most wonderful creation in the universe! This brain makes our species outdo any other species! this brain also shapes the ecosystem in this planet. We can easily destroy the natural habitats of other species resulting in the imblance of the nature which eventually will devour our own habitat! But we can maintain our ecosystem by saving other species from extinction.
Yes, you are very right, human is the winner in almost all cases, but this triumph should not turn us into a neglectful species for this neglectful state will eventually push us into our own demise which means it will turn us from the great winner into the notorious loser!
what a special comment, i’m interested to bring this discussiun deeper, would you?
…