Waktu itu sore hari jam tiga, saya baru saja habis berkunjung kerumah tetangga, menghadiri selamatan kelahiran anak yang pertama. Tepat saya mau menyeberang jalan, lewat truk-truk besar berwarna kuning yang mengangkut segerombolan manusia, mereka berteriak-teriak riuh, tak jelas, dengan parang dan celurit teracung-acung di atas kepala.
Hati saya seolah ingin melompat, ada apa gerangan? Selama 15 tahun saya menghuni Banjarmasin, peristiwa demikian tidak pernah terjadi. Kemana polisi yang mestinya menertibkan mereka? Dan kenapa warga disekitar saya juga sama hanya diam mematung, tak berani mengambil tindakan apa-apa.
Saya berlari menyeberang begitu jalanan sepi, menerobos kedalam rumah, yang sudah dihantui suasana mencekam. Kakak saya membawa kabar terjadinya pergerakan massa dalam jumlah besar menuju pusat kota B. Masin, dengan perbekalan berbagai senjata tajam, jelas mereka berniat tidak baik.
Lanjutkan membaca ‘(Sebuah Renungan) Karena Manusia Tak Sempurna’







Komentar Terakhir