SEBUAH JARINGAN KEHIDUPAN

Segala sesuatu yang hadir di dunia ini coba dikenali dengan interpretasi benda kecil dalam kepala. Meskipun beratnya “hanya” 1,75 kilogram, namun diakui sebagai sumber sejarah pengetahuan.
Benda yang memiliki tingkat eksplorasi seluas angkasa raya. Mampu menjelajah dengan bebas, mengembang dan menciut, berusaha menggapai serta memeluk sesamanya, tak heran, mampu menciptakan linkage, menyimpan informasi dan mengolahnya kembali dengan rangkaian sejenis.
Sebuah internet atau perpustakaan yang berdenyut.
Dan semua yang hadir disini tak lebih dari, sebuah hasil. Sebagaimana suatu opini, persepsi, pandangan, pendapat, bantahan, argument dll. Baik, buruk, lemah, kuat, cepat, lambat, bagus, jelek, semua yang tak lepas dari prinsip relativitas, tak dapat dipatenkan atau dihukumkan mutlak. Semua hanyalah sebuah: Hasil.
Demi satu tujuan: untuk berbagi.
Sebuah tulisan, Komputer dan Penyair –subbab dalam buku Mindset John Naisbitt, begitu menarik dan membuat terenyuh. Falsafahnya, tujuan nyata pendidikan: belajar bagaimana belajar, satu-satunya cara agar kita dapat terus menjalani petualangan pembelajaran sepanjang hidup.
Hanya sebuah kata yang menjadi obyek: Hidup.
Dalam lima huruf yang disusun itu terdapat banyak hal luar biasa, yang jika dieksplorasi, dapat memenuhi semesta.
Tentang hidup yang memiliki hidup, hidup yang berkehidupan dan dapat memberi kehidupan. Kekuatan untuk hidup dan mencari hidup ataupun kehidupan, serta berbagai keajaiban hidup.
Saya berterima kasih pada tuhan, bisa menyaksikan itu semua hingga diberi berbagai inspirasi, tentu saja, dengan bantuan referensi tentang kehidupan itu sendiri.
Saya terpukau menyaksikan keajaiban terjadi setiap saat, setiap waktu, saya ingin terus mempelajarinya. Terus bermain-main dan bereksplorasi, dan inilah cara saya belajar bagaimana caranya belajar.
Tanpa ada yang menilai, mengekang, atau terikat pada suatu institusi yang bersifat menghakimi, bukankah arti kehidupan itu dimaknai dengan kebebasan untuk saling berbagi?
Hingga semua pelajaran itu membentuk rangkaian, suatu jaringan hidup, sebuah hasil. Saya cukup merasakannya dengan menulis dan menjadi penikmat, tapi tidak untuk menjadi penilai. Tidak tertarik untuk mengkotak-kotakkan, atau membagi-baginya kedalam berbagai macam kasta. Sudah terlalu banyak kotak dan kesenjangan, yang saya butuhkan, hanyalah ruang untuk berbagi.
About Blogger
Syamsuwal Qomar
Banjarmasin 11-06-1984
Graduate from:
SDN Sei. Bilu 2 Banjarmasin 1993
Mts Al-Ikhwan Banjarmasin 1999
MAN 1 Banjarmasin 2002
Alumnus English Department Unlam 2008
Also the writer of the book:




Assalamu’alaikum
Salam kenal.. smg bisa menjadi sahabat yg saling mengingatkan untuk kebaikan. amin.
Wassalamu’alaikum
Ya … semoga tidak mati muda … he he