Konon mekanisme alam ini tercipta dan berjalan berdasarkan hukum-hukum yang tak terbantahkan. Satu diantara konsep tersebut ialah prinsip yang juga mencerminkan keadilan sang pencipta. Sebuah hukum keseimbangan yang memenuhi semesta.
Seimbang berarti sama besar maupun kecilnya. Dalam agama Islam, keseimbangan dalam hidup merupakan cerminan dari sifat asmaul husna tuhan berupa Al-Adl dan Al- Hakam. Hukum tak terbantahkan dari Dia yang Maha Adil dan Maha Memutuskan.
Konsep ini bisa terlihat dari firmanNya kalau segala sesuatu diciptakan berpasangan, siang dan malam, laki-laki dan wanita, hidup dan mati, tua dan muda, hingga yang bersifat ruhaniah, seperti surga dan neraka, iblis dan malaikat, serta dosa dan pahala.
Melalui penciptaan dualitas ini pula tuhan merendahkan manusia dengan mentahbiskan dirinya sebagai sesuatu yang berbeda. Ia hanya satu, al-Ahad, yang berarti berbeda dengan sistem yang ia ciptakan. Suatu simbol kalau tidak ada makhluk, keadaan, maupun sifat makhluk lain yang dapat menandinginya.
Waktu itu sore hari jam tiga, saya baru saja habis berkunjung kerumah tetangga, menghadiri selamatan kelahiran anak yang pertama. Tepat saya mau menyeberang jalan, lewat truk-truk besar berwarna kuning yang mengangkut segerombolan manusia, mereka berteriak-teriak riuh, tak jelas, dengan parang dan celurit teracung-acung di atas kepala.

Sebuah opini dari kawan ngeblog membuat saya tertarik:
Di tengah semesta yang maha luas ini, organisme berwujud manusia hanyalah bagian kecil yang menumpang hidup. Seperti kutu rambut yang tenggelam di rimbunnya hutan belantara, atau bahkan lebih kecil –bisa jadi, kutunya kutu rambut. Namun manusia yang kecil mungil itu, sepecundang-pecundangnya ia, tetap juga seorang pemenang.
Saya ragu dengan kepercayaan, manusia adalah makhluk yang lemah dan susah untuk berkembang. Bahkan benda loakan pun, apabila dirakit sedemikian rupa bisa mendatangkan kegunaan yang menyamai barang-barang anyar. Apalagi manusia? Yang setiap sel-sel tubuhnya terus menerus diperbaharui.
Postingan Pertama? saya tidak mau menulis banyak, hanya ingin mengungkapkan besarnya rasa syukur dan harapan.




Komentar Terakhir