<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>LIFE-NET LEARNING</title>
	<atom:link href="http://syamsu84.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syamsu84.wordpress.com</link>
	<description>JARINGAN KEHIDUPAN</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 May 2008 23:53:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='syamsu84.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LIFE-NET LEARNING</title>
		<link>http://syamsu84.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://syamsu84.wordpress.com/osd.xml" title="LIFE-NET LEARNING" />
	<atom:link rel='hub' href='http://syamsu84.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Adilnya Hukum Keseimbangan</title>
		<link>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/21/adilnya-hukum-keseimbangan/</link>
		<comments>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/21/adilnya-hukum-keseimbangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 23:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamsu84</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamsu84.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Konon mekanisme alam ini tercipta dan berjalan berdasarkan hukum-hukum yang tak terbantahkan. Satu diantara konsep tersebut ialah prinsip yang juga mencerminkan keadilan sang pencipta. Sebuah hukum keseimbangan yang memenuhi semesta. Seimbang berarti sama besar maupun kecilnya. Dalam agama Islam, keseimbangan dalam hidup merupakan cerminan dari sifat asmaul husna tuhan berupa Al-Adl dan Al- Hakam. Hukum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=22&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;margin:1px 3px;" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/3D.gif" alt="" width="250" height="192" />Konon mekanisme alam ini tercipta dan berjalan berdasarkan hukum-hukum yang tak terbantahkan. Satu diantara konsep tersebut ialah prinsip yang juga mencerminkan keadilan sang pencipta. Sebuah hukum keseimbangan yang memenuhi semesta.</p>
<p style="text-align:justify;">Seimbang berarti sama besar maupun kecilnya. Dalam agama Islam, keseimbangan dalam hidup merupakan cerminan dari sifat asmaul husna tuhan berupa Al-Adl dan Al- Hakam. Hukum tak terbantahkan dari Dia yang Maha Adil dan Maha Memutuskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Konsep ini bisa terlihat dari firmanNya kalau segala sesuatu diciptakan berpasangan, siang dan malam, laki-laki dan wanita, hidup dan mati, tua dan muda, hingga yang bersifat ruhaniah, seperti surga dan neraka, iblis dan malaikat, serta dosa dan pahala.</p>
<p style="text-align:justify;">Melalui penciptaan dualitas ini pula tuhan merendahkan manusia dengan mentahbiskan dirinya sebagai sesuatu yang berbeda. Ia hanya satu, al-Ahad, yang berarti berbeda dengan sistem yang ia ciptakan. Suatu simbol kalau tidak ada makhluk, keadaan, maupun sifat makhluk lain yang dapat menandinginya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-22"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hukum keseimbangan adalah mutlak tak dapat diganggu-gugat. Seperti timbangan yang sangat adil. Jika suatu bagian dikurangi, maka akan timbul reaksi spontan yang berpengaruh besar pada bagian lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya hal ini patut menjadi peringatan bagi mereka yang hidup dan tunduk dalam sistem keseimbangan. Berarti satu perbuatan meskipun kecil wujudnya, dapat menuai akibat yang sangat besar apabila menggangu hukum alam yang mutlak. Akan terjadi suatu reaksi lanjutan sebagai konsekwensi perbuatan tersebut.<br />
 <br />
Kenyataan ini membuat saya merenung betapa hebatnya alam ini diciptakan. Keadilan itu konon bisa berjalan sempurna karena memang ada sistem yang mengaturnya. Sesuatu yang disebut “mekanisme bawah sadar” atau atau rumus segala kejadian. Sebuah program yang disediakan untuk mengatur kehidupan dengan sistematis.</p>
<p style="text-align:justify;">Alam semesta ialah sistem yang padu dan saling terhubung. Sehingga kejadian kecil, meskipun letaknya dikutub es utara, dapat mempengaruhi panasnya gurun sahara yang letaknya berbentang benua. Dengan cara kerja berlapis-lapis, seperti komputer didalam komputer, &#8220;Rumus Kejadian alam&#8221; mengatur keseimbangan didalam serta diluar tubuh manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem ini terprogram rapi yang apabila terganggu bisa membawa dampak yang tak diduga. Contoh seperti proses pembelahan sel dalam tubuh. Apabila pembelahan sel itu terjadi lebih cepat dibanding kematiannya, dapat timbul penyakit berbahaya seperti kanker. Sementara bila proses kematian sel (apoptosis) berlangsung lebih cepat, maka tubuh manusia bisa kekurangan sel.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga dengan sistem yang mengatur alam diluar sana. Gaya gravitasi contoh yang paling sederhana. Jika gaya gravitasi terlalu lemah, bumi dapat akan terlempar ke angkasa luar. Sebaliknya jika gaya ini terlalu kuat, bumi akan tertarik ke dalam matahari dan musnah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak bisa dipungkiri, semua fenomena alam yang terjadi sekarang bisa kita nikmati karena adilnya keseimbangan. Tuhan memang telah merencanakan, menciptakan, mengatur, dan menjaganya segalanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah pameran kekuatan yang paling menakjubkan. Dibanding &#8220;sekedar&#8221; robot atau komputer yang paling canggih ciptaan makhluk, kenyataan semesta benar-benar mengentuti pemikiran manusia yang sombong.</p>
<p style="text-align:justify;">Wajar didalam cerita Ibrahim AS (Abraham), sewaktu raja bernama Namrudz* mengaku tuhan, sang pencipta alam cukup menghukumnya dengan nyamuk –makhluk terlemah, yang memakan otaknya selama 3 hari 3 malam. Maha kuasa tuhan sebagai penjaga keseimbangan alam, serta maha berkuasa atas segala yang ia ciptakan.<br />
 </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamsu84.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamsu84.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamsu84.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamsu84.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamsu84.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamsu84.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syamsu84.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syamsu84.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syamsu84.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syamsu84.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamsu84.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamsu84.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamsu84.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamsu84.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamsu84.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamsu84.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=22&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/21/adilnya-hukum-keseimbangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48234a543ec7297a980d17c97a44d56d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syamsu84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/3D.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>(Sebuah Renungan) Karena Manusia Tak Sempurna</title>
		<link>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/14/karena-manusia-tak-sempurna/</link>
		<comments>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/14/karena-manusia-tak-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 09:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamsu84</dc:creator>
				<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamsu84.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Waktu itu sore hari jam tiga, saya baru saja habis berkunjung kerumah tetangga, menghadiri selamatan kelahiran anak yang pertama. Tepat saya mau menyeberang jalan, lewat truk-truk besar berwarna kuning yang mengangkut segerombolan manusia, mereka berteriak-teriak riuh, tak jelas, dengan parang dan celurit teracung-acung di atas kepala. Hati saya seolah ingin melompat, ada apa gerangan? Selama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=21&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;margin:3px;" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/rusuh.jpg" alt="" width="200" height="192" />Waktu itu sore hari jam tiga, saya baru saja habis berkunjung kerumah tetangga, menghadiri selamatan kelahiran anak yang pertama. Tepat saya mau menyeberang jalan, lewat truk-truk besar berwarna kuning yang mengangkut segerombolan manusia, mereka berteriak-teriak riuh, tak jelas, dengan parang dan celurit teracung-acung di atas kepala.</p>
<p style="text-align:justify;">Hati saya seolah ingin melompat, ada apa gerangan? Selama 15 tahun saya menghuni Banjarmasin, peristiwa demikian tidak pernah terjadi. Kemana polisi yang mestinya menertibkan mereka? Dan kenapa warga disekitar saya juga sama hanya diam mematung, tak berani mengambil tindakan apa-apa.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berlari menyeberang begitu jalanan sepi, menerobos kedalam rumah, yang sudah dihantui suasana mencekam. Kakak saya membawa kabar terjadinya pergerakan massa dalam jumlah besar menuju pusat kota B. Masin, dengan perbekalan berbagai senjata tajam, jelas mereka berniat tidak baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-21"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Benar saja, tak lama malam merayap, kerusuhan akhirnya pecah. Saya tak tahu mesti bersyukur atau tidak, kejahatan massal itu jauhnya puluhan kilometer dari tempat saya. Dengan diiringi pemadaman listrik, Banjarmasin serasa seperti kota hantu. Jalanan sunyi seyap, seolah hanya setan yang berani muncul menampakkan diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Besoknya, saya berkunjung kerumah teman yang kakaknya sempat merekam peristiwa kerusuhan tersebut. Begitu menyeramkan dan ironis, nampak orang-orang mengacung-acungkan arit dengan latar dept. Store yang terbakar, beberapa orang saling berkejaran dengan darah yang berceceran, sementara yang lainnya hanya acuh membawa barang2 seperti tv dan kipas angin.</p>
<p style="text-align:justify;">Kakak teman saya itu, ia juga bercerita kalau tidak bisa berbuat banyak menyaksikan kelaliman. Pelucutan baju, pengeroyokan, pemerkosaan terhadap penduduk yang berbeda etnis, hingga pembakaran hidup-hidup. Teriakan kasar, pilu, hingga tangis seolah jadi nyanyian merdu yang terus diperdengarkan malam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengingat kejadian tersebut sering membuat saya termenung. Menggelitik pemikiran terdalam dan mengetuk pintu sanubari saya, bagaimana mungkin manusia bisa berlaku sedemikian keji? atau memang begitukah sifat asli dari “sang pemenang”, yang sudah mendapat kehormatan dilantik dengan istilah “khalifah” di muka bumi oleh sang penguasa alam?</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, akan banyak sanggahan serta argumen muncul dalam perasaan. Menanggapinya saya punya perspektif sendiri  yang ikut mewakili citra diri saya kemudian. Sangatlah simpel, menurut saya, semua kekejian itu bisa terjadi karena manusia adalah khalifah yang cacat (ilmuwan, mereka lebih betah memakai istilah “robot yang cacat”)</p>
<p style="text-align:justify;">Yap, begitulah. Meskipun manusia (diri saya) dipercaya memiliki mahkota luar biasa berupa otak, jantung yang berdenyut ajaib, sistem imun yang bekerja rapi menjaga pertahanan tubuh, mekanisme penyembuhan yang bisa berdiri sendiri, sampai “cetak biru” yang bisa diperbaharui. Tetap saja lisensi “sempurna” bukan milik kita manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kasus diatas bisa terjadi karena  “cacatnya” otak. Sedemikian banyak alasan kekerasan dan tindakan anarkis yang merajalela, disebabkan manusia telah tergelincir dan tidak lagi berpikir berdasarkan kesadarannya yang tertinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga dengan kerusuhan tersebut, karena manusia telah jatuh kelevel pemikiran otak reptilia*, dimana saat itu manusia hanya berpikir tentang kelangsungan hidup, dorongan kenikmatan pada makanan, tempat tinggal, reproduksi, dan wilayah.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal tujuan hidup manusia semestinya berbagi, kenapa saya berpandangan demikian? Merujuk dari pedoman hidup manusia yang saya yakini, Al Qur’an mengatakan “sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi yang lainnya”.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah&#8230;kalau manusia adalah makhluk sempurna. Jelas semua diantara kita akan memilih berada di level pemikiran yang tertinggi. Jadinya seluruh manusia berada di fase intelektual serta memiliki kecerdasan optimal, yang utamanya, akan memudahkan kita untuk tolong menolong serta bertukar informasi tanpa cacat.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sayang,</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingat syair lagu Radja:</p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;margin:3px;" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/radja_pix.jpg" alt="" width="194" height="123" /> (Karena)<br />
Aku hanyalah manusia biasa<br />
Yang tak pernah lepas dari khilaf<br />
(tapi)<br />
Ku mencoba merubah segalanya</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada kesempatan untukku</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kesempatan ini pula saya memohon maaf bagi blogger2 yang merasa tersinggung dengan postingan-postingan saya, secara pribadi lebih mendetail, kekurangan saya terkadang telmi hingga sering terjadi salah paham,  <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />   , tapi itulah manusia, tak ada yang sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ffff;">*= Dalam konsep pendidikan, otak garis besarnya terbagi tiga bagian (triune).<br />
Pertama reptilia, disini level pemikiran paling primitif manusia berasal, orientasinya seperti yang telah disebutkan sehingga muncul istilah “hadapi atau lari” sebagai kiasan dari pola berpikir bagian otak ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ffff;">Kedua mamalia, disini pula pelibatan emosi berasal, selain itu kemampuannya juga untuk menyimpan kemampuan belajar , memori, serta bioritme (metabolisme, sistem kekebalan).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ffff;">Terakhir yaitu bagian otak Neo korteks yang mencapai tingkat pemikiran intelektual, keterampilan berbahasa, hingga kecerdasan yang lebih tinggi dalam memandang kehidupan.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamsu84.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamsu84.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamsu84.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamsu84.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamsu84.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamsu84.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syamsu84.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syamsu84.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syamsu84.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syamsu84.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamsu84.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamsu84.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamsu84.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamsu84.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamsu84.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamsu84.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=21&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/14/karena-manusia-tak-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48234a543ec7297a980d17c97a44d56d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syamsu84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/rusuh.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/radja_pix.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Postingan Pengantar Postingan</title>
		<link>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/14/postingan-pengantar-postingan/</link>
		<comments>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/14/postingan-pengantar-postingan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 09:21:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamsu84</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamsu84.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Ini pertama kali saya membuat postingan pengantar untuk sebuah postingan (dasar konyol) Saya terpancing membuat postingan diatas setelah berselancar ke blog Ersis Warmansyah Abbas, dalam postingannya yang berjudul Tantangan Buat Mahasiswa. Meski bukan lagi berwujud mahasiswa, tapi kepingin juga saya menulis tentang citra diri saya sendiri (heleh..ge;er). Sekedar informasi, blog webersis terkenal sebagai tukang sulut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=20&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Ini pertama kali saya membuat postingan pengantar untuk sebuah postingan (dasar konyol) <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Saya terpancing membuat postingan diatas <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' />  setelah berselancar ke blog Ersis Warmansyah Abbas, dalam postingannya yang berjudul <strong>Tantangan Buat Mahasiswa</strong>. Meski bukan lagi berwujud mahasiswa, tapi kepingin juga saya menulis tentang citra diri saya sendiri (heleh..ge;er).</p>
<p style="text-align:justify;"><img style="vertical-align:middle;margin:3px;" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/untitled-2.jpg" alt="" width="460" height="283" /><br />
Sekedar informasi, blog <a href="http://webersis.com" target="_blank">webersis</a> terkenal sebagai tukang sulut dalam menulis (menulis sangat mudah). Namun bukan omong kosong, pria yang sekarang berusia 50 tahun ini memang sangat produktif dan enerjik dalam menulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Ersis juga yang menjadi tutor dan penyemangat saya untuk menulis berbagai hal dalam hidup, mobilitasnya masih sangat luar biasa, saya yang lebih muda 27 tahun malah yang sampai terengah-engah mengikutinya (dasar pemalas).</p>
<p style="text-align:justify;">Waduh, saya lupa sudah berapa jumlah buku yang ia telurkan, terakhir buku dari lomba menulis ; dari babu hingga pak dosen, saya sempat diikutkan mengeditnya, capeeee deh. Sekarang  buku itu sedang menuju proses naik cetak.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, saya juga membuat postingan diatas untuk menyambut ajakan pak Sawali Tuhusetya, demi mengheningkan cipta tragedi bulan mei 98 yang menjadi sejarah kelam bangsa kita.</p>
<p><img style="vertical-align:middle;" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/dert.jpg" alt="" width="474" height="239" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ya iyalah&#8230;siapa yang tidak kenal <a href="http://sawali.info/" target="_blank">Sawali</a> di dunia maya?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menjadi tetangga beliau setengah tahun lalu sejak guru “elit” dari kendal ini masih pake provider <a href="http://wordpress.com" target="_blank">wordpress</a>. Sekarang blognya makin kereeeen setelah pindah rumah yang lebih wah, sementara saya masih pake gratisan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  (dasar pelit).</p>
<p style="text-align:justify;">Hampir lupa bilang, pak Sawali juga baru saja meluncurkan kumpulan cerpennya yang berjudul <strong>Perempuan bergaun Putih</strong>, dengan pengantar dari MAMAN S MAHAYANA (what a marvelous dude ?)</p>
<p style="text-align:justify;">Teriring ucapan selamat saya atas peluncuran buku keduanya, mudah-mudahan  syukses di pasaran amieeeen&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamsu84.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamsu84.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamsu84.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamsu84.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamsu84.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamsu84.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syamsu84.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syamsu84.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syamsu84.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syamsu84.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamsu84.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamsu84.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamsu84.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamsu84.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamsu84.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamsu84.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=20&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/14/postingan-pengantar-postingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48234a543ec7297a980d17c97a44d56d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syamsu84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/untitled-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/dert.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jantung yang Menemani Otak Kita</title>
		<link>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/10/jantung-yang-menemani-otak/</link>
		<comments>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/10/jantung-yang-menemani-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 03:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamsu84</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamsu84.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah opini dari kawan ngeblog membuat saya tertarik: “Human is indeed superior to other species on this planet. Human does not possess sharp teeth like tigers do nor have enormous power like elephants do, Human does not possess great velocity when he is running…. but human is gifted with the most powerful weapon: his brain! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=19&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;margin:3px;" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/untitled.jpg" alt="" width="242" height="199" />Sebuah opini dari kawan ngeblog membuat saya tertarik:</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff00;">“</span><span style="color:#00ffff;">Human is indeed superior to other species on this planet. Human does not possess sharp teeth like tigers do nor have enormous power like elephants do, Human does not possess great velocity when he is running…. but human is gifted with the most powerful weapon: his brain!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ffff;">Yes this thing called human’s brain is the most wonderful creation in the universe! This brain makes our species outdo any other species! this brain also shapes the ecosystem in this planet. We can easily destroy the natural habitats of other species resulting in the imblance of the nature which eventually will devour our own habitat! But we can maintain our ecosystem by saving other species from extinction.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ffff;">Yes, you are very right, human is the winner in almost all cases, but this triumph should not turn us into a neglectful species for this neglectful state will eventually push us into our own demise which means it will turn us from the great winner into the notorious loser!  ”</span></p>
<p style="text-align:justify;">Kira-kira kalau diterjemahkan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  :</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;">Manusia memang makhluk yang lebih superior dibanding spesies lainnya di muka bumi. Manusia tidak mempunyai gigi tajam seperti harimau, kekuatan seperti gajah, dan kecepatan yang luar biasa saat ia berlari, namun manusia diberkahi senjata yang paling hebat: Otaknya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;">Otak manusia dianggap sebagai ciptaan yang paling indah di alam semesta. Otak ini pula yang mengalahkan spesies lainnya dan membentuk ekosistem di planet ini. Kita bisa dengan mudah menghancurkan habitat alam dari spesies lainnya hingga menyebabkan ketidakseimbangan, akibatnya, bisa mengganyang habitat kita sendiri. Tapi kita juga bisa memelihara ekosistem alam dengan melindungi makhluk lainnya dari kepunahan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99ccff;">&#8230;&#8230;&#8230;Manusia ialah pemenang di hampir semua keadaan, tapi kedigdayaan juga tidak mesti mengubah diri kita menjadi makhluk yang sembrono dan menjadi bumerang menuju kematian, yang berarti juga, mengubah diri kita dari pemenang menjadi pecundang buruk.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-19"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya sangat bersepakat dengan sohib <a href="http://spektrumku.wordpress.com/" target="_blank">Yari</a> yang menyatakan tentang kedigdayaan otak. Otak manusia memang komponen yang sangat luar biasa, terbentuk dari 1 triliun sel, 100 milyarnya aktif dan 900 milyarnya pendukung.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan “processor” inti bernama nukleus, mereka bekerja dengan cara membentuk kaitan yang sangat kompleks satu dengan lainnya, menginterpetasikan sesuatu yang acak menjadi bau, suara, serta rasa hingga menjadi inti kesadaran manusia dalam memaknai hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun jika boleh menambahkan, dalam membangun tubuh kita, otak juga memerlukan pendamping yang setara. Nah, inilah sesuatu yang menurut saya juga memiliki kekuatan luar biasa, sehingga manusia bisa disebut sebagai “extraordinary creature”karena memilikinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Organ itu bernama bernama  jantung (sering diplesetkan dengan istilah hati). Jantung yang juga menjadi pusat dari ketenangan serta fitrah dari manusia yang sebenarnya, pemberi kontribusi yang tidak sedikit hingga manusia mendapati dirinya dalam kemampuan tertinggi yang disebut intuisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam proses pembentukan bayi, jantung yang terlebih dahulu berdetak sebelum otak manusia terbentuk, organ ini  menjadi pemrakarsa utama hidup matinya “sang pemenang”.</p>
<p style="text-align:justify;">Jantung juga memiliki medan elektromagnetik 5000 kali lebih besar dari otak dan 40 ribu sel tersendiri didalamnya, menandakan kalau ia memiliki sistem tersendiri yang juga disebut “otak didalam jantung”.</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara banyaknya referensi tentang kehebatan otak manusia, saya ingin mencuatkan informasi, tanpa adanya medan energi yang dikirimkan jantung ke otak, manusia “muskil” merasakan kedamaian dan ketenangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal inilah yang mendukung secara ilmiah, jantung adalah tempat bersarangnya jiwa manusia, yang jika bergabung dengan otak kemudian akan membangkitkan 88% kekuatan bawah sadar yang sering di sebut-sebut itu.  </p>
<p style="text-align:justify;">Fenomena inilah yang  kemudian disadari, hingga melahirkan istilah-istilah IQ, EQ dan SQ. Kenapa EQ digolongkan lebih baik daripada IQ? Dan kenapa SQ menjadi lebih baik dari EQ dan IQ? Karena menurut saya, IQ dan EQ belumlah cukup, keduanya masih berkaitan dengan logika dan cara kerja otak dalam versi tersendiri mencerna kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam keadaan banyaknya manusia yang merasa kebingungan mencari arti kehidupan yang ia jalani, didalam aspek SQ sesuatu itu bisa ditemui, sesuatu yang bisa membut diri merasa sadar dan terbimbing menuju pencerahan. Hal ini tak lain, karena SQ mengkaji hati, tempat dimana jiwa manusia ditempatkan. </p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita bertanya pada diri sendiri, lebih menyukai orang yang bodoh tapi hatinya jujur dan baik? Atau seorang teknokrat /intelektual yang suka menyombongkan ilmunya?<br />
Wow&#8230; saya kira itu sudah menjawab pertanyaan dan cara kita mengukur kekuatan manusia, apakah lebih menyukai pekerjaan jantung (hati) atau otak? Jadi, setujukah anda? kalau jantung merupakan teman sebanding dengan otak dalam membangun eksistensi kita.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamsu84.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamsu84.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamsu84.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamsu84.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamsu84.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamsu84.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syamsu84.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syamsu84.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syamsu84.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syamsu84.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamsu84.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamsu84.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamsu84.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamsu84.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamsu84.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamsu84.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=19&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/10/jantung-yang-menemani-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48234a543ec7297a980d17c97a44d56d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syamsu84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/untitled.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>AND THE WINNER IS HUMAN</title>
		<link>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/07/and-the-winner%e2%80%a6is-human/</link>
		<comments>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/07/and-the-winner%e2%80%a6is-human/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 00:26:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamsu84</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamsu84.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah semesta yang maha luas ini, organisme berwujud manusia hanyalah bagian kecil yang menumpang hidup. Seperti kutu rambut yang tenggelam di rimbunnya hutan belantara, atau bahkan lebih kecil –bisa jadi, kutunya kutu rambut. Namun manusia yang kecil mungil itu, sepecundang-pecundangnya ia, tetap juga seorang pemenang. Mungkin ini hanyalah cerita basi, betapa banyak referensi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=17&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float:left;margin:3px;" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/Bidadari.gif" alt="" width="160" height="200" />Di tengah semesta yang maha luas ini, organisme berwujud manusia hanyalah bagian kecil yang menumpang hidup. Seperti kutu rambut yang tenggelam di rimbunnya hutan belantara, atau bahkan lebih kecil –bisa jadi, kutunya kutu rambut. Namun manusia yang kecil mungil itu, sepecundang-pecundangnya ia, tetap juga seorang pemenang.</p>
<p>Mungkin ini hanyalah cerita basi, betapa banyak referensi yang mengupas tentang keajaiban manusia, namun tetap saya tak terhenti merasa takjub. Manusia memang ditakdirkan menjadi pemenang, meski sering merasa sial dalam berbagai hal.</p>
<p><span id="more-17"></span>Tak ada yang bisa menyangkal, hidup adalah medan pertempuran yang dahsyat. Makhluk-makhluk beradaptasi dan berevolusi agar bisa tetap terlihat nyata. Semua organisme berkembang mengikuti seleksi alam yang tak kenal kompromi. Siapa yang tak mau menerima perubahan harus bersiap-siap tergerus dari eksistensi. Terhapus dari sistem, seperti terhapusnya makhluk-makhluk purba dan paham-paham kuno yang usang.</p>
<p>Zaman terus berlari dan semestalah yang memilih. Semenjak bumi pertama diciptakan, semenjak itulah perlombaan hidup dimulai. Yang paling cepat beradaptasi, sensitif terhadap perubahan dan mempunyai mata futuris, ia lah yang berada di garis terdepan.</p>
<p>Mungkin anda pernah mengingat wujud televisi di tahun 60-70 an? Pertama kali benda ini merambah masuk kedalam negeri, serasa suatu keajaiban, sebuah kotak yang bisa menampilkan gambar hidup, meski belum berwarna dan masih dioperasikan manual. Sekarang, benda ini hanya pantas berada di pasar loak.</p>
<p>Begitu juga yang terjadi dengan radio transistor kuno, mesin tik, kamera kuno dan piringan hitam beserta gramofonnya. Semua benda yang sudah ditinggalkan zaman dan tak lagi dilirik eksistensinya, bahkan untuk mengingatnya kembali pun susah. Inilah barang-barang yang kalah dalam persaingan hidup, istilah kasarnya, menjadi pecundang yang tak lagi banyak berguna.<br />
 <br />
Seperti itukah manusia yang tertinggal? Mereka yang tak banyak tahu dan tak lagi punya banyak kemampuan akhirnya akan tersingkir dan hilang dalam gelombang zaman. Di obral seperti apapun tak ada yang mau menggunakannya. Karena keterbatasan dan kolotnya pemikiran, karena sudah terengah-engah berkompetisi.</p>
<p>Mereka bukan hanya terancam menjadi pecundang, tapi juga terancam kehilangan identitas diri. Merasakan kesendirian dan teralienasi dari roda sistem yang berputar, kehilangan esensi serta keinginan untuk berbagi.  Padahal, bila mereka tak bisa berbagi atau, tak punya kemampuan untuk berbagi, apa gunanya mereka hidup?</p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamsu84.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamsu84.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamsu84.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamsu84.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamsu84.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamsu84.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syamsu84.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syamsu84.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syamsu84.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syamsu84.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamsu84.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamsu84.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamsu84.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamsu84.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamsu84.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamsu84.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=17&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/07/and-the-winner%e2%80%a6is-human/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48234a543ec7297a980d17c97a44d56d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syamsu84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/Bidadari.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>AND THE WINNER IS HUMAN (2)</title>
		<link>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/07/and-the-winner-is-human-2/</link>
		<comments>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/07/and-the-winner-is-human-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 00:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamsu84</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamsu84.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Saya ragu dengan kepercayaan, manusia adalah makhluk yang lemah dan susah untuk berkembang. Bahkan benda loakan pun, apabila dirakit sedemikian rupa bisa mendatangkan kegunaan yang menyamai barang-barang anyar. Apalagi manusia? Yang setiap sel-sel tubuhnya terus menerus diperbaharui. Ya. Itulah manusia yang sebenarnya, seperti komputer yang sangat canggih–istilah pakar-pakar humanis, melampaui komputer-komputer yang pernah ada. Komputer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=16&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float:left;margin:3px;" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/ManWithWinningTrophy.jpg" alt="" width="160" height="200" />Saya ragu dengan kepercayaan, manusia adalah makhluk yang lemah dan susah untuk berkembang. Bahkan benda loakan pun, apabila dirakit sedemikian rupa bisa mendatangkan kegunaan yang menyamai barang-barang anyar. Apalagi manusia? Yang setiap sel-sel tubuhnya terus menerus diperbaharui.</p>
<p>Ya. Itulah manusia yang sebenarnya, seperti komputer yang sangat canggih–istilah pakar-pakar humanis, melampaui komputer-komputer yang pernah ada. Komputer yang memiliki nurani yang bisa diinstal berbagai macam aplikasi kemampuan, selama otak mau mencerna dan hati mengijinkannya.</p>
<p> </p>
<p><span id="more-16"></span>Konon, ada sebuah penelitian yang berhasil membuktikan kalau empat variasi nukleotida (A, T, C, G) dalam sepotong DNA mampu mengolah sekitar 70 miliar operasi matematika, bahkan, terhitung 100.000 kali lebih cepat dari komputer konvensional yang pernah ada. DNA manusia ini kemudian tercatat sebagai “The smallest Biological Computing Device” atau komputer biologis terkecil didunia.</p>
<p>Kenyataan ini membuat saya merenung, satu untai DNA bisa begitu canggihnya? Berarti, mematahkan kepercayaan kalau manusia bisa ketinggalan zaman. Tidak ada istilah “kolot”, tidak ada istilah “bodoh” apalagi “pecundang”, selama sel-sel cerdas itu masih bersemayam dalam tubuh.</p>
<p>Disertai berbagai keistimewaan lain yang diberikan. Otak yang memiliki lebih dari 1 trilyun sirkuit impuls yang berbeda, jantung yang bisa memompa ribuan gallon darah, mata yang dapat membedakan 8000 jenis warna, telinga yang dapat membedakan lebih dari 300.000 nada suara, dan kekuatan otot yang jika dikombinasikan, dapat mencapai 2,5 ton beratnya.</p>
<p>Saya kurang tahu, beberapa dari kita mungkin saja terhanyut masalah hidup, bisnis yang gagal, ketidakberuntungan saat bekerja, tidak lulus sekolah atau kuliah, hingga masalah pribadi seperti dilecehkan orang atau ditolak cinta. Merasa terkadang seperti pecundang?</p>
<p>Tapi itulah hidup, dan inilah kenyataannya. Segagal-gagalnya mereka tetap berbentuk manusia, dengan dianugerahi segala macam aksesoris luar biasa. Sesuatu yang tidak diberikan tuhan secara cuma-cuma, bahkan melalui harus melewati suatu tes yang sangat ketat.</p>
<p>Dari kira-kira 400 juta sperma, yang hanya bisa bertahan selama 48 jam dan berenang menuju mulut vagina, hanya satu yang terpilih. Alam telah mendesain, yang tercepat dan yang tersehatlah yang layak untuk hidup. Hanya satu sperma yang layak membuahi ovum.</p>
<p>Dia yang terpilih untuk dimahkotai otak, dipasangi hati, dibentuk otot-otot dan segala komponennya agar bisa bergerak. Di install dengan perasaan, kepintaran dan naluri. Ya, itulah sang pemenang. Pemenang yang kemudian menjadi manusia, yang berarti juga, semua dari kita (manusia) yang hidup adalah pemenang.<br />
 </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamsu84.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamsu84.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamsu84.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamsu84.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamsu84.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamsu84.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syamsu84.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syamsu84.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syamsu84.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syamsu84.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamsu84.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamsu84.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamsu84.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamsu84.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamsu84.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamsu84.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=16&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/07/and-the-winner-is-human-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48234a543ec7297a980d17c97a44d56d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syamsu84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/ManWithWinningTrophy.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Postingan Pertama&#8230;.</title>
		<link>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/02/postingan-pertama/</link>
		<comments>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/02/postingan-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 09:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamsu84</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamsu84.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Postingan Pertama? saya tidak mau menulis banyak, hanya ingin mengungkapkan besarnya rasa syukur dan harapan. Setelah absen lebih setengah tahun dari dunia Blogger, akhirnya saya berhasil melahirkan &#8220;anak kedua&#8221; di dunia maya. Tak ada yang lebih melegakan setelah sebelumnya, blog the sun and the moon site, tak lagi terurus. Saya berucap dalam hati, mudah-mudahan blog [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=11&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin:3px;" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/bayi.gif" alt="" width="242" height="148" />Postingan Pertama? saya tidak mau menulis banyak, hanya ingin mengungkapkan besarnya rasa syukur dan harapan.</p>
<p>Setelah absen lebih setengah tahun dari dunia Blogger, akhirnya saya berhasil melahirkan &#8220;anak kedua&#8221; di dunia maya. Tak ada yang lebih melegakan setelah sebelumnya, <a href="http://syamqomar.wordpress.com" target="_blank">blog the sun and the moon site</a>, tak lagi terurus.</p>
<p>Saya berucap dalam hati, mudah-mudahan blog ini tak bernasib sama dengan &#8221;kakak kandungnya&#8221;.</p>
<p>Kenapa saya mesti memilih gambar bayi? Heee&#8230;anda pasti bisa menebaknya. Namun disamping itu, saya khususnya juga menganggap bayi sebagai makhluk yang paling mulia, mungil, tanpa dosa.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun tak ada yang tahu, apakah si makhluk mulia itu akan menjelma menjadi orang besar, yang berguna bagi orang sekeliling. Atau hanya menjadi sepersekian makhluk tak berguna, yang hanya bisa menghabiskan stok makanan dan udara di muka bumi? Mudah-mudahan tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berharap, blog yang masih bayi ini akan tumbuh besar menjadi tempat berbagi ilmu pengetahuan, tak peduli darimanapun pengunjungnya berasal. Mari yu? sama-sama belajar memaknai, dalam jaringan hidup disekeliling kita yang bertautan.</p>
<p style="text-align:justify;">Belajar dan terus belajar, memahat diri mencapai pribadi yang diinginkan seutuhnya demi menggapai cita-cita, menjadi apapun kita. Menjadi guru, pilot, wirausaha, pejabat, ataukah ada yang bercita-cita ingin kembali menjadi bayi? kenapa tidak?</p>
<p style="text-align:justify;"> <br />
 </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamsu84.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamsu84.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamsu84.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamsu84.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamsu84.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamsu84.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syamsu84.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syamsu84.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syamsu84.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syamsu84.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamsu84.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamsu84.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamsu84.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamsu84.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamsu84.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamsu84.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamsu84.wordpress.com&amp;blog=3464334&amp;post=11&amp;subd=syamsu84&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamsu84.wordpress.com/2008/05/02/postingan-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48234a543ec7297a980d17c97a44d56d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syamsu84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/bayi.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
