21
Mei
08

Adilnya Hukum Keseimbangan

Konon mekanisme alam ini tercipta dan berjalan berdasarkan hukum-hukum yang tak terbantahkan. Satu diantara konsep tersebut ialah prinsip yang juga mencerminkan keadilan sang pencipta. Sebuah hukum keseimbangan yang memenuhi semesta.

Seimbang berarti sama besar maupun kecilnya. Dalam agama Islam, keseimbangan dalam hidup merupakan cerminan dari sifat asmaul husna tuhan berupa Al-Adl dan Al- Hakam. Hukum tak terbantahkan dari Dia yang Maha Adil dan Maha Memutuskan.

Konsep ini bisa terlihat dari firmanNya kalau segala sesuatu diciptakan berpasangan, siang dan malam, laki-laki dan wanita, hidup dan mati, tua dan muda, hingga yang bersifat ruhaniah, seperti surga dan neraka, iblis dan malaikat, serta dosa dan pahala.

Melalui penciptaan dualitas ini pula tuhan merendahkan manusia dengan mentahbiskan dirinya sebagai sesuatu yang berbeda. Ia hanya satu, al-Ahad, yang berarti berbeda dengan sistem yang ia ciptakan. Suatu simbol kalau tidak ada makhluk, keadaan, maupun sifat makhluk lain yang dapat menandinginya.

Lanjutkan membaca ‘Adilnya Hukum Keseimbangan’

14
Mei
08

(Sebuah Renungan) Karena Manusia Tak Sempurna

Waktu itu sore hari jam tiga, saya baru saja habis berkunjung kerumah tetangga, menghadiri selamatan kelahiran anak yang pertama. Tepat saya mau menyeberang jalan, lewat truk-truk besar berwarna kuning yang mengangkut segerombolan manusia, mereka berteriak-teriak riuh, tak jelas, dengan parang dan celurit teracung-acung di atas kepala.

Hati saya seolah ingin melompat, ada apa gerangan? Selama 15 tahun saya menghuni Banjarmasin, peristiwa demikian tidak pernah terjadi. Kemana polisi yang mestinya menertibkan mereka? Dan kenapa warga disekitar saya juga sama hanya diam mematung, tak berani mengambil tindakan apa-apa.

Saya berlari menyeberang begitu jalanan sepi, menerobos kedalam rumah, yang sudah dihantui suasana mencekam. Kakak saya membawa kabar terjadinya pergerakan massa dalam jumlah besar menuju pusat kota B. Masin, dengan perbekalan berbagai senjata tajam, jelas mereka berniat tidak baik.

Lanjutkan membaca ‘(Sebuah Renungan) Karena Manusia Tak Sempurna’

14
Mei
08

Postingan Pengantar Postingan

🙂 Ini pertama kali saya membuat postingan pengantar untuk sebuah postingan (dasar konyol):mrgreen:

Saya terpancing membuat postingan diatas🙄 setelah berselancar ke blog Ersis Warmansyah Abbas, dalam postingannya yang berjudul Tantangan Buat Mahasiswa. Meski bukan lagi berwujud mahasiswa, tapi kepingin juga saya menulis tentang citra diri saya sendiri (heleh..ge;er).


Sekedar informasi, blog webersis terkenal sebagai tukang sulut dalam menulis (menulis sangat mudah). Namun bukan omong kosong, pria yang sekarang berusia 50 tahun ini memang sangat produktif dan enerjik dalam menulis.

Ersis juga yang menjadi tutor dan penyemangat saya untuk menulis berbagai hal dalam hidup, mobilitasnya masih sangat luar biasa, saya yang lebih muda 27 tahun malah yang sampai terengah-engah mengikutinya (dasar pemalas).

Waduh, saya lupa sudah berapa jumlah buku yang ia telurkan, terakhir buku dari lomba menulis ; dari babu hingga pak dosen, saya sempat diikutkan mengeditnya, capeeee deh. Sekarang buku itu sedang menuju proses naik cetak.

Selain itu, saya juga membuat postingan diatas untuk menyambut ajakan pak Sawali Tuhusetya, demi mengheningkan cipta tragedi bulan mei 98 yang menjadi sejarah kelam bangsa kita.

Ya iyalah…siapa yang tidak kenal Sawali di dunia maya?

Saya menjadi tetangga beliau setengah tahun lalu sejak guru “elit” dari kendal ini masih pake provider wordpress. Sekarang blognya makin kereeeen setelah pindah rumah yang lebih wah, sementara saya masih pake gratisan🙂 (dasar pelit).

Hampir lupa bilang, pak Sawali juga baru saja meluncurkan kumpulan cerpennya yang berjudul Perempuan bergaun Putih, dengan pengantar dari MAMAN S MAHAYANA (what a marvelous dude ?)

Teriring ucapan selamat saya atas peluncuran buku keduanya, mudah-mudahan syukses di pasaran amieeeen…

10
Mei
08

Jantung yang Menemani Otak Kita

Sebuah opini dari kawan ngeblog membuat saya tertarik:

“Human is indeed superior to other species on this planet. Human does not possess sharp teeth like tigers do nor have enormous power like elephants do, Human does not possess great velocity when he is running…. but human is gifted with the most powerful weapon: his brain!

Yes this thing called human’s brain is the most wonderful creation in the universe! This brain makes our species outdo any other species! this brain also shapes the ecosystem in this planet. We can easily destroy the natural habitats of other species resulting in the imblance of the nature which eventually will devour our own habitat! But we can maintain our ecosystem by saving other species from extinction.

Yes, you are very right, human is the winner in almost all cases, but this triumph should not turn us into a neglectful species for this neglectful state will eventually push us into our own demise which means it will turn us from the great winner into the notorious loser!  ”

Kira-kira kalau diterjemahkan🙂 :

Manusia memang makhluk yang lebih superior dibanding spesies lainnya di muka bumi. Manusia tidak mempunyai gigi tajam seperti harimau, kekuatan seperti gajah, dan kecepatan yang luar biasa saat ia berlari, namun manusia diberkahi senjata yang paling hebat: Otaknya.

Otak manusia dianggap sebagai ciptaan yang paling indah di alam semesta. Otak ini pula yang mengalahkan spesies lainnya dan membentuk ekosistem di planet ini. Kita bisa dengan mudah menghancurkan habitat alam dari spesies lainnya hingga menyebabkan ketidakseimbangan, akibatnya, bisa mengganyang habitat kita sendiri. Tapi kita juga bisa memelihara ekosistem alam dengan melindungi makhluk lainnya dari kepunahan.

………Manusia ialah pemenang di hampir semua keadaan, tapi kedigdayaan juga tidak mesti mengubah diri kita menjadi makhluk yang sembrono dan menjadi bumerang menuju kematian, yang berarti juga, mengubah diri kita dari pemenang menjadi pecundang buruk.

Lanjutkan membaca ‘Jantung yang Menemani Otak Kita’

07
Mei
08

AND THE WINNER IS HUMAN

Di tengah semesta yang maha luas ini, organisme berwujud manusia hanyalah bagian kecil yang menumpang hidup. Seperti kutu rambut yang tenggelam di rimbunnya hutan belantara, atau bahkan lebih kecil –bisa jadi, kutunya kutu rambut. Namun manusia yang kecil mungil itu, sepecundang-pecundangnya ia, tetap juga seorang pemenang.

Mungkin ini hanyalah cerita basi, betapa banyak referensi yang mengupas tentang keajaiban manusia, namun tetap saya tak terhenti merasa takjub. Manusia memang ditakdirkan menjadi pemenang, meski sering merasa sial dalam berbagai hal.

Lanjutkan membaca ‘AND THE WINNER IS HUMAN’

07
Mei
08

AND THE WINNER IS HUMAN (2)

Saya ragu dengan kepercayaan, manusia adalah makhluk yang lemah dan susah untuk berkembang. Bahkan benda loakan pun, apabila dirakit sedemikian rupa bisa mendatangkan kegunaan yang menyamai barang-barang anyar. Apalagi manusia? Yang setiap sel-sel tubuhnya terus menerus diperbaharui.

Ya. Itulah manusia yang sebenarnya, seperti komputer yang sangat canggih–istilah pakar-pakar humanis, melampaui komputer-komputer yang pernah ada. Komputer yang memiliki nurani yang bisa diinstal berbagai macam aplikasi kemampuan, selama otak mau mencerna dan hati mengijinkannya.

 

Lanjutkan membaca ‘AND THE WINNER IS HUMAN (2)’

02
Mei
08

Postingan Pertama….

Postingan Pertama? saya tidak mau menulis banyak, hanya ingin mengungkapkan besarnya rasa syukur dan harapan.

Setelah absen lebih setengah tahun dari dunia Blogger, akhirnya saya berhasil melahirkan “anak kedua” di dunia maya. Tak ada yang lebih melegakan setelah sebelumnya, blog the sun and the moon site, tak lagi terurus.

Saya berucap dalam hati, mudah-mudahan blog ini tak bernasib sama dengan “kakak kandungnya”.

Kenapa saya mesti memilih gambar bayi? Heee…anda pasti bisa menebaknya. Namun disamping itu, saya khususnya juga menganggap bayi sebagai makhluk yang paling mulia, mungil, tanpa dosa.

Namun tak ada yang tahu, apakah si makhluk mulia itu akan menjelma menjadi orang besar, yang berguna bagi orang sekeliling. Atau hanya menjadi sepersekian makhluk tak berguna, yang hanya bisa menghabiskan stok makanan dan udara di muka bumi? Mudah-mudahan tidak.

Saya berharap, blog yang masih bayi ini akan tumbuh besar menjadi tempat berbagi ilmu pengetahuan, tak peduli darimanapun pengunjungnya berasal. Mari yu? sama-sama belajar memaknai, dalam jaringan hidup disekeliling kita yang bertautan.

Belajar dan terus belajar, memahat diri mencapai pribadi yang diinginkan seutuhnya demi menggapai cita-cita, menjadi apapun kita. Menjadi guru, pilot, wirausaha, pejabat, ataukah ada yang bercita-cita ingin kembali menjadi bayi? kenapa tidak?

 
 




Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.