21
Mei
08

Adilnya Hukum Keseimbangan

Konon mekanisme alam ini tercipta dan berjalan berdasarkan hukum-hukum yang tak terbantahkan. Satu diantara konsep tersebut ialah prinsip yang juga mencerminkan keadilan sang pencipta. Sebuah hukum keseimbangan yang memenuhi semesta.

Seimbang berarti sama besar maupun kecilnya. Dalam agama Islam, keseimbangan dalam hidup merupakan cerminan dari sifat asmaul husna tuhan berupa Al-Adl dan Al- Hakam. Hukum tak terbantahkan dari Dia yang Maha Adil dan Maha Memutuskan.

Konsep ini bisa terlihat dari firmanNya kalau segala sesuatu diciptakan berpasangan, siang dan malam, laki-laki dan wanita, hidup dan mati, tua dan muda, hingga yang bersifat ruhaniah, seperti surga dan neraka, iblis dan malaikat, serta dosa dan pahala.

Melalui penciptaan dualitas ini pula tuhan merendahkan manusia dengan mentahbiskan dirinya sebagai sesuatu yang berbeda. Ia hanya satu, al-Ahad, yang berarti berbeda dengan sistem yang ia ciptakan. Suatu simbol kalau tidak ada makhluk, keadaan, maupun sifat makhluk lain yang dapat menandinginya.

Hukum keseimbangan adalah mutlak tak dapat diganggu-gugat. Seperti timbangan yang sangat adil. Jika suatu bagian dikurangi, maka akan timbul reaksi spontan yang berpengaruh besar pada bagian lainnya.

Sepertinya hal ini patut menjadi peringatan bagi mereka yang hidup dan tunduk dalam sistem keseimbangan. Berarti satu perbuatan meskipun kecil wujudnya, dapat menuai akibat yang sangat besar apabila menggangu hukum alam yang mutlak. Akan terjadi suatu reaksi lanjutan sebagai konsekwensi perbuatan tersebut.
 
Kenyataan ini membuat saya merenung betapa hebatnya alam ini diciptakan. Keadilan itu konon bisa berjalan sempurna karena memang ada sistem yang mengaturnya. Sesuatu yang disebut “mekanisme bawah sadar” atau atau rumus segala kejadian. Sebuah program yang disediakan untuk mengatur kehidupan dengan sistematis.

Alam semesta ialah sistem yang padu dan saling terhubung. Sehingga kejadian kecil, meskipun letaknya dikutub es utara, dapat mempengaruhi panasnya gurun sahara yang letaknya berbentang benua. Dengan cara kerja berlapis-lapis, seperti komputer didalam komputer, “Rumus Kejadian alam” mengatur keseimbangan didalam serta diluar tubuh manusia.

Sistem ini terprogram rapi yang apabila terganggu bisa membawa dampak yang tak diduga. Contoh seperti proses pembelahan sel dalam tubuh. Apabila pembelahan sel itu terjadi lebih cepat dibanding kematiannya, dapat timbul penyakit berbahaya seperti kanker. Sementara bila proses kematian sel (apoptosis) berlangsung lebih cepat, maka tubuh manusia bisa kekurangan sel.

Demikian juga dengan sistem yang mengatur alam diluar sana. Gaya gravitasi contoh yang paling sederhana. Jika gaya gravitasi terlalu lemah, bumi dapat akan terlempar ke angkasa luar. Sebaliknya jika gaya ini terlalu kuat, bumi akan tertarik ke dalam matahari dan musnah.

Tak bisa dipungkiri, semua fenomena alam yang terjadi sekarang bisa kita nikmati karena adilnya keseimbangan. Tuhan memang telah merencanakan, menciptakan, mengatur, dan menjaganya segalanya.

Inilah pameran kekuatan yang paling menakjubkan. Dibanding “sekedar” robot atau komputer yang paling canggih ciptaan makhluk, kenyataan semesta benar-benar mengentuti pemikiran manusia yang sombong.

Wajar didalam cerita Ibrahim AS (Abraham), sewaktu raja bernama Namrudz* mengaku tuhan, sang pencipta alam cukup menghukumnya dengan nyamuk –makhluk terlemah, yang memakan otaknya selama 3 hari 3 malam. Maha kuasa tuhan sebagai penjaga keseimbangan alam, serta maha berkuasa atas segala yang ia ciptakan.
 

 

 

 

 

Iklan

21 Responses to “Adilnya Hukum Keseimbangan”


  1. Mei 22, 2008 pukul 10:25 am

    semoga kesombongan tak selalu merajai hati kita , sehingga bisa berpikiran positif dan hidup berdampingan dengan alam dan seisinya

  2. Mei 22, 2008 pukul 6:25 pm

    Betul sekali…. kata2 penyeimbang itu….. bahkan sesuatu yang positifpun kalau berlebihan akan berakibat kurang baik…. untuk itu diciptakan pula sifat2 negatif sebagai penyeimbang. Contoh sederhananya adalah sikap optimisme, sikap optimisme sangatlah baik namun kalau berlebihan akan membuat manusia menjadi sombong dan takabur, untuk itu diciptakan sifat pesimisme agar optimisme yang berlebihan tersebut dapat direm.

    Juga rasa bahagia, rasa bahagia memang positif, namun bahagia yang berlebihan akan membuat orang menjadi malas dan juga takabur, untuk itu diciptakan pula rasa kesedihan dan kesulitan agar orang tersebut tidak terbuai dengan kebahagiaan yang memabukkan.

    Juga kebaikan dan kejahatan. Kebaikan adalah sifat yang baik tentu saja. Namun kejahatan kenapa harus ada?? Mungkin begini logikanya….. tanpa kejahatan manusia mungkin tidak pernah bisa belajar membuat pisau, pistol dan sebagainya dan mungkin manusia juga tidak pernah mempelajari azas2 fisika yang terkandung dalam senjata2 tersebut. Atau bisa jadi, tanpa kejahatan mungkin penduduk Bumi kini bisa berkali-kali lipat penduduk Bumi yang sekarang bukan hanya karena kejahatan memusnahkan penduduk tetapi kebaikan sendiri akan cenderung untuk menaikkan populasi….

    Wah banyak sekali memang hal2 yang menyangkut keseimbangan yang tidak akan habis2nya… sesungguhnya di alam semesta ini tidak ada yang diciptakan secara sia2…..

  3. Mei 22, 2008 pukul 10:58 pm

    perenungan yg bagus mas syam. betapa Allah telah mengajarkan semua pada kita agar dalam tindak dan prilaku kita juga menerapkan hukum keseimbangan itu. bencana yg terjadi sesungguhnya diakibatkan pengingkaran manusia terhadap hukum keseimbangan Sang Pencipta

  4. Mei 23, 2008 pukul 5:50 am

    dalam kehidupan zaman sekarang susah mencari sesuatu yang seimbang. Pasti menitikberatkan pada satu hal saja. Memang yang Maha Adil itu hanya Allah semata.

  5. Mei 23, 2008 pukul 7:21 pm

    menurut saya, selama ada manusia, konsep keseimbangan pada alam adalah suatu utopia, mungkin memang benar awalnya alam penuh dengan keseimbangan, tapi seiring dengan waktu, sepertinya keseimbangan tsb perlahan-lahan terus memudar dimakan ketamakan manusia …

    dan pada akhirnya kan terjadilah kiamat ….

  6. Mei 24, 2008 pukul 12:24 am

    Wow … makin mantap nich kawan … buktikan bahwa kita bisa.

  7. Mei 27, 2008 pukul 5:04 am

    itulah keadilan yang hakiki, yang mesti di miliki semua manusia di dunia ini.Ada kalanya manusia merasa Tuhan itu ada tapi tak lama pula manusia senang meletakan Tuhan sebatas simbolisasi bahwa manusia itu beragama…….gimana boss… The legend of MAP

  8. 8 SQ
    Mei 31, 2008 pukul 3:44 am

    @ Realylife: 🙂 yap, mudah-mudahan kita dijauhkan dari penyakit sombong bung realylife

    @ Yari. N.K: untuk yang satu ini erat kaitannya dengan otak mas Yari 🙂 , konon ada hormon serotonin dan endorfin yang mengatur antusiasme seseorang. Waduh, kalau ini tidak seimbang bisa menyebabkan fenomena kejiwaan yang berbhaya.

    saya percaya dengan keseimbangan itu mas Yarie 🙂 , sekalipun itu dinamakan kejahatan. (terima kasih atas penjabarannya) hal itu sama dengan pikiran saya. Tidak ada satupun di dunia yang tidak ada gunanya diciptakan oleh tuhan.

    Hal itu juga menjadi bukti, alam tidak diciptakan secara main-main dan sembarangan. Sebagaimana pepatah Einstein, “tuhan tidak bermain dadu menciptakan semesta”.

    @ Zulmasri: betul sekali, sebenarnya alam ini sudah diciptakan seimbang. Tapi manusia sering yang tanpa sadar telah merusak keseimbangan tersebut, sehingga sebagai konsekwensi, manusia juga yang menanggung akibatnya.

    @ AyaElectro: pada kenyataannya, keseimbangan terus berbicara, mbak Aya 🙂

    @ Adit: Justru keseimbangan terus berjalan mas Adit, bahkan, kiamat itu sendiri adalah bentuk keseimbangan. keadilan tuhan berjalan abadi sebagaimananya sifatnya yang Kekal 🙂

    @ Ersis Warmansyah Abbas: terima kasih atas kunjungannya..AYO KITA BISA.. :mrgreen:

    @ HZ. Mubarak: yang jelas, tuhan ada, Dia maha adil dan maha mengawasi..gimana mas Haris? 🙂

  9. Juni 1, 2008 pukul 12:02 am

    Maka hidup pun harus seimbang.

  10. Juni 2, 2008 pukul 3:54 am

    semuanya harus seimbang..

  11. 11 ahsani taqwiem
    Juni 4, 2008 pukul 1:56 am

    begitulah seharusnya kita hidup dan menjalani kehidupan, seimbang!
    salam kenal,
    tabik!

  12. Juni 5, 2008 pukul 1:15 am

    Saking seimbangnya tidak ada postingan baru he he

  13. 13 Alex
    Juli 2, 2008 pukul 4:02 am

    Allahu Akbar……..ALLAH benar2 menciptakan segalanya dengan KESEIMBANGAN…….

    btw, update dong mas

  14. Juli 14, 2008 pukul 12:43 pm

    keseimbangan itu perlu. dalam perkuliahan khususnya mengenai filsafat ilmu saya mengetahui bahwa para filosof2 di kawasan asia timur telah mencetuskan ide keseimbangan. Yin Yang tentunya kita mengenal itu, ada dikotomi dalam kehidupan yang tidak dapat terlepas satu sama lain.

  15. 15 suhadinet
    Juli 19, 2008 pukul 11:55 am

    SQ, aku dikasih Pak Ersis buku kamu geliat pemikiran kampus. Kamu hebat! Salut!

  16. Juli 22, 2008 pukul 8:36 am

    sedihnya kita tdk pernah bisa berusaha menyeimbangkan segala urusan 🙂

  17. Agustus 11, 2008 pukul 2:16 pm

    ingat simbol si pendekar wiro sableng, 212, angka 2 diantar angka 1 artinya segala sesuatu di dunia ini selalu seimbang, adil, dan diciptakan saling berpasangan. dan angka 1 ditengah artinya hanya satu pencipta alam semesta ini.

  18. Agustus 25, 2008 pukul 2:25 pm

    Kawan nang saikung nih emang raja bungas manyusun bait, kada bagarak aku mambacanya..hehehe
    Alhamdulillah Allah menciptakan semua saling seimbang seperti nang dipadahakan diatas tadi, salabihnya ada atasan pasti ada bawahan, ada nang korupsi pasti ada nang alim…. coba kalo kadada nang bapasangan itu, manusia mungkin kada bisa bapikir karna saraba nyaman.

    Ada polisi kadada panjahatnya, kasian polisinya kadada gawian…
    Ada buhan KPK tapi kadada nang korupsi, han apa nang diselidiki…
    Ada atasan mun kadada anak buah, siapa nang disuruh….
    Ada orang sugih mun kadada nang miskinnya, kamana handak bazakat…

  19. Oktober 20, 2008 pukul 8:20 am

    setuju banget dengan hukum keseimbangan, masalahnya sekarang dalam kenyataannya keseimbangan itu mulai terusik tangan-tangan jahil manusia. bencana adalah bukti ketidakseimbangan itu. mungkinkah kiamat nanti disebabkan karena ketidakseimbangan yang ada di alam sebagai akibat keserakahan manusia?

  20. Januari 24, 2009 pukul 4:11 am

    Ass.

    Ikuti seminar motivasi kepenulisan bersama Ersis Warmansyah Abbas dan Penulis-penulis Banua. Terbuka untuk mahasiswa dan umum!

    Infonya klik:

    http://www.taufik79.wordpress.com
    http://www.manda-bjm.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: